Tujuh Kampung Ular terbesar di dunia penduduknya beternak ular

62
0

HASBITUBEHD – Halo semua. Selamat datang kembali di channel HasbiTubeHD. Bagi sebagian orang, mendengar kata ular mungkin akan bikin merinding. Namun di beberapa desa ini, warganya justru beternak ular dan dapat hidup berdampingan dengan hewan melata tersebut. Tak tanggung-tanggung, penduduk beberapa desa ini memelihara ular berbisa seperti kobra dan king kobra. Dikutip dari berbagai sumber Berikut adalah 7 kampung ular terbesar di dunia. Mari kita mulai saja! Tonton Video ini sampai habis, namun sebelumnya tekan tombol subscribe jika belum dan tekan tombol lonceng untuk mendapatkan update video menarik lainnya.

Kampung Kobra Ban Kok Sa-Nga, Thailand

Hanya orang-orang berani yang akan berkunjung ke kampung kobra Ban Kok Sa-Nga di Thailand. Setiap warganya memelihara ular king kobra, beberapa jenis ular kobra lain dan ada pula yang memelihara piton.

Ular-ular itu ada yang ditaruh di kandang, tetapi ada pula yang dibiarkan bebas berkeliaran. Warga desa akan menggunakan ular mematikan peliharaannya untuk beratraksi di depan wisatawan sehingga dapat mendatangkan pundi-pundi uang.

Mereka juga memiliki obat penawar racun ular yang disebut wan paya ngoo, yang disebut pula efektif untuk menyembuhkan gigitan kalajengking. Mulai dari anak-anak hingga orang tua di desa ini tidak takut berinteraksi dengan ular mematikan.

Le Mat, Vietnam

Le Mat di Vietnam adalah salah satu tempat wisata yang terkenal akan ularnya. Berbeda dengan Ban Kok Sa-Nga yang menampilkan atraksi ular berbisa, di Le Mat pengunjung bisa memakan empedu dan jantung ular yang baru saja dibunuh.

Ada banyak restoran ular di sana. Selain yang mentah, pengunjung juga bisa membeli makanan olahan yang terbuat dari ular. Namun, praktik pembunuhan ular untuk diambil jantung dan empedunya mendapat kritikan dari pecinta satwa.

Shetpal, India

Ular kobra di desa Shetpal, distrik Sholapur, India, memang tidak diternak oleh penduduk. Namun, ular-ular itu dibiarkan bebas keluar masuk rumah warga tanpa ada satu orang pun yang melukai. Bahkan, setiap rumah diberi satu lokasi khusus yang disebut devasthanam, yang dapat menjadi tempat ular kobra mendinginkan badan mereka kapan pun.

Anak-anak juga tak dilarang untuk bermain dengan kobra. Ular dianggap suci di India, karena keterkaitan mereka dengan Dewa Siwa dalam agama Hindu.

Zisiqiao, China

Warga desa Zisiqiao, China, membudidayakan jenis ular, mulai dari yang berbisa hingga yang tidak, untuk dijadikan obat. Awalnya di tahun 1970an dan 1980an, orang-orang menangkap ular yang banyak hidup di sungai dan danau di dekat desa mereka.

Namun lama-lama, jumlah ular semakin menipis karena terlalu banyak diburu. Hingga akhirnya, warga berinisiatif untuk mengembangbiakkan ular di rumah mereka dan ternyata cara itu membuat usaha mereka bertahan hingga kini. Empedu dan bagian tubuh lain ular itu dijual ke berbagai perusahaan farmasi untuk dijadikan obat.

Narcisse, Kanada

Ribuan ular berjenis red-side Garter atau Thamnophis sirtalis parietalis bersarang di lubang-lubang yang berada di sekitar 6 km utara desa Narcisse di provinsi Manitoba, Kanada. Ular-ular itu akan tidur panjang di gua-gua bawah tanah yang terbentuk oleh air di daerah berbatu kapur, selama musim dingin.

Lalu saat salju meleleh, mereka akan ke luar dari gua untuk menghangatkan badan dan tibalah musim untuk berkembang biak. Ahli zoologi dari Oregon State University, Profesor Mason, memperkirakan ada lebih kurang 35.000 ular pada satu lubang dan lebih dari 250.000 di wilayah yang lebih luas.

Kertasura, Cirebon

Desa Kertasura, Cirebon, Jawa Barat juga dikenal sebagai desa ular terbesar. Penduduk desa ini membudidayakan ular untuk dijadikan berbagai kerajinan seperti tas, sepatu dan sabuk. Namun seperti dikutip dari Kompas.com, cara pengrajin untuk mendapat kulit ular dinilai sangat kejam dan ketinggalan zaman.

Rahang ular akan dibuka secara paksa dan diberi air seperti sapi digelonggong. Setelah badan ular menjadi besar, mereka akan diikat dan dikuliti hidup-hidup. Ular-ular itu baru mati dua hari kemudian karena efek kejut dan dehidrasi. Setelah itu, empedu dan dagingnya pun masih akan dijual ke berbagai tempat.

Pulau Ular di Bima

Ular laut yang menempati sebuah pulau di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima ini hidup dengan tenang di sana. Mereka mencari makan di laut dan akan beristirahat di celah bebatuan atau bergelantungan di tebing-tebing terjal.

Meskipun ular laut dikenal sebagai spesies yang berbahaya, tetapi ular di tempat yang disebut Pulau Ular ini tidak mengganggu dan jinak. Keberadaan mereka menarik orang-orang untuk berkunjung.

Teman-teman, inilah saatnya untuk mengisi ulang otak Anda dengan Informasi yang lebih bermanfaat. Di Channel ini Anda akan menemukan banyak hal menarik dan berguna banyak energi positif serta informasi bermanfaat.

Jika Anda pertama kali berkunjung ke channel ini, kami berharap Anda menyukainya silahkan Subscribe supaya Anda tak ketinggalan video-video terbaru kami yang kami rilis setiap hari. Terima kasih sudah menonton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here