9 Hewan Liar Paling Cantik dan Eksotis di Dunia

67
0

HASBITUBEHD – Hai semuanya. Kita semua pasti punya pendapat sendiri mengenai arti keindahan. Lagipula, semua itu berhubungan dengan selera, asal usul dan persepsi namun untuk keindahan di video ini adalah tentang hewan. Begitu banyak macam hewan yang ada di sekeliling kita dan tak sedikit di antaranya terlihat sangat mengagumkan.

Hewan-hewan itu bisa jadi cantik, menawan, lucu atau aneh. Pada video kali ini, kami akan tampilkan beberapa dari hewan-hewan paling unik dan indah mulai dari unggas sampai serangga. Masing-masing spesies berikut bisa jadi memenangkan kontes kecantikan hewan liar. Mari kita mulai saja!

Macan dahan Sunda

Seluruh golongan Kucing diberkahi sisi ketertarikan masing-masing. Semuanya terlihat indah, namun Macan dahan Sunda bisa dibilang adalah yang terbaik dari semua. Spesies macan umumnya suka bersembunyi dan tidak ada bedanya dengan spesies ini. Spesies ini ukurannya lebih kecil dari kerabatnya yang dari Afrika. Panjang tubuh mereka bervariasi dari 80 sampai 100 cm.

Tinggi bagu mereka bisa mencapai lebih dari 55 cm dan bobot mereka pada kisaran 18 kg. Meskipun tubuhnya kecil, mereka sungguh tangkas. Diyakini bahwa spesies Macan dahan Sunda mampu memanjat pohon lebih baik dari golongan Kucing lainnya. Sekali mangsa mereka sudah dekat, mereka bisa secara mendadak melompat di atasnya.

Mereka bahkan mampu membunuh mangsa besar berkat elemen kejutan serta taring-taring mereka yang besar. Bisa dibilang ini spesies golongan Kucing terbesar dalam hal ukuran tubuh. Anda bisa mengenali Macan ini dari pola bulu badannya.

Spot pada tubuh mereka besar dan membentuk seperti cincin hitam tak ketinggalan, wajah mereka juga terlihat cukup unik. Lonjong ke bawah dan bermata besar bola mata berwarna kuning keabuan sampai hijau keabuan. Macan daun Sunda hidup di area pegunungan Asia Tenggara dengan ketinggian sekitar 2000 meter. Saat ini, jumlah mereka cuma tersisa sekitar 10.000 ekor di alam liar sana.

Panda Merah

Hewan ini tidak sekedar cantik, namun sangat mencengangkan! Coba lihat wajahnya yang tertutupi tangan berbulu serta ekor dan tingkah-tingkah konyol mereka. Panda Merah hidup di Cina, di Myanmar bagian Utara di Bhutan, di Nepal dan India bagian Timur laut. Ukuran mereka cukup kecil, kira-kira setara kucing lokal. Walaupun penampilannya menawan, Panda Merah itu sebenarnya adalah predator.

Meskipun makanan utama mereka adalah tumbuhan cukup membingungkan. Dari waktu ke waktu, hewan ini cuma makan beri dan jamur dan tak jarang menyerang tikus kecil, semuanya tergantung dari mood mereka. Anda benar jika merasa kalau Panda Merah ini tidak terlihat seperti panda umumnya meski nama mereka ada kata “panda” juga.

Nenek moyang mereka hidup ribuan tahun yang lalu. Oleh karena perbedaan dan sementara yang kita tahu banyak adalah spesies panda besar tak banyak informasi yang diketahui mengenai Panda Merah. Meski sudah bertahun-tahun, para Zoologis masih belum bisa mengklasifikasikannya. Saat ini, Panda Merah ditempatkan secara tersendiri di bawah keluarga beruang untuk silsilahnya.

Ada juga yang bahkan mengklasifikasikanya sebagai kerabat dekat dengan spesies Rakun. Akan tetapi, pada akhirnya spesies ini ditetapkan sebagai seekor panda. Di negara Cina, Panda Merah dianggap sebagai Rubah Merah mengingat warna dan ukuran tubuhnya setara dengan spesies rubah. Panda Merah kemudian juga dijadikan logo dari Mozilla Firefox. Itulah kenapa yang kita lihat pada logo Mozilla sebenarnya adalah Panda Merah bukanlah rubah.

Laba-Laba Merak

Mungkin Anda benci laba-laba dan memandangnya sangat menjijikkan. Namun spesies yang ini mungkin akan mengubah pendapat Anda. Makhluk mungil ini berasal dari Australia bagian Barat dan bisa jadi merupakan spesies paling cantik dari yang pernah ada. Katup pada bagian perutnya yang bisa terbuka membuatnya terlihat seperti burung merak ketika terbuka semuanya saat ada laba-laba betina di dekatnya.

Laba-laba dengan panjang 5 mm ini menaikkan katup-katupnya sehingga membentuk sebuah lingkaran pada bagian perutnya lalu dia akan mengangkat 2 kakinya sesaat ketika si betina mendekatinya. Si jantan ini pun mulai melakukan tarian di depan si betina. Satu-satunya bagian yang hilang di sini adalah musik. Namun, jika si betina tidak tertarik atau tidak suka dengan tariannya, si betina akan langsung menangkapnya dan memangsanya.

Apa boleh buat? Adu tarian laba-laba memang seberat itu sementara itu, meskipun ukurannya yang kecil, Laba-Laba Merak merupakan pemburu yang sempurna. Laba-laba ini mampu mengenali mangsa dalam jarak 20 cm. Bagi kita mungkin itu dekat, namun tidak bagi makhluk sekecil ini. Para ilmuwan meyakini bahwa Laba-Laba Merak memakai katup warna supaya bisa melompat lebih jauh. Temuan itu baru disadari setelah ratusan tahun kemudian bahwa katup itu juga dipakai sebagai ritual kawin.

Kanguru Pohon Matschie

Tahukah Anda ada berapa spesies kanguru di dunia ini? Ternyata lebih dari 50 dan yang paling cantik justru hidup di pepohonan dan bukannya di Australia melainkan di Selandia Baru. Kanguru Pohon Matschie memiliki cakar-cakar yang besar untuk membantu mereka dalam memanjat. Mereka hidup di pegunungan hutan hujan. Hewan malam ini cenderung hidup menyendiri dan sebenarnya mereka itu bersifat pemalas.

Dalam sehari mereka tidur 14-15 jam, lalu bangun dan mengunyah dedaunan kemudian menunggu dedaunan itu dicerna dalam tubuhnya. Tapi meskipun begitu, Kanguru Matschie adalah spesies yang sangat kuat dan aktif. Berkat otot-otot yang dimilikinya. mereka bisa dengan mudah melompat dari 1 pohon ke pohon lain. Mereka mampu melompat setinggi 10 meter. Mereka juga tak kesulitan melompat ke bawah, meski ketinggiannya 15 meter.

Semua itu berkat otot-ototnya yang kuat dan seperti memiliki fitur peredam guncangan pada sisi persendiannya. Fitur unik lain yang dimiliki oleh Kanguru Matschie adalah tidak adanya kelenjar minyak pada tubuh mereka. Tahukah Anda, hal ini juga tak asing di dunia hewan dan karena tidak adanya kelenjar itu, bukannya berkeringat hewan-hewan ini menjilat tubuh mereka untuk mempertahankan suhu tubuh optimal mereka.

Sayangnya pada masa kini, hewan yang luar biasa unik ini berada dalam bahaya, banyak dari mereka diburu dan tempat hidup mereka banyak dirusak untuk keperluan agrikultur. Untuk menghindari kepunahan dari spesies Kanguru Matschie. manusia menyediakan beberapa area perlindungan untuk mereka. Salah satunya dibangun pada tahun 2009. Area yang membentang seluas 760 km2.

Bongo

Hewan ini termasuk di dalam spesies kijang hutan Afrika. Di antara semua spesies hewan di Afrika, spesies ini memiliki jumlah yang paling banyak dan paling kuat. Anda coba lihat saja, ini bukanlah kijang. Ini merupakan sebuah maha karya. 1 ekor Bongo saat tegap tingginya bisa mencapai 1.3 meter, sedangkan tanduk mereka bisa tumbuh sampai 1 meter, sehingga membuat mereka terlihat seperti memakai sesuatu yang berat.

Hewan ini juga terkenal lincah, mereka bisa dengan mudah menyelinap di bawah ranting-ranting pepohonan tanpa harus melompat untuk melewatinya. Saat mereka melalui tanaman-tanaman yang sangat lebat mereka akan menundukkan kepala sedemikian rupa sehingga sejajar dengan tubuh supaya tidak sampai tersangkut pada cabang dan ranting pepohonan. Bongos suka makan daun dan akar, dia bisa mencabutinya selagi berjalan. Saat melihat sesuatu yang lezat di atasnya, hewan ini akan menyenderkan tanduknya pada batang pohon dan mendorongnya sehingga makanan tadi bisa diraihnya.

Tamandua

Spesies pemakan semut yang disebut Tamandua ini hidup di hutan hujan tropis di Amerika bagian Selatan dan Tengah. Mereka cenderung selektif dalam memilih tempat tinggal karena mereka suka tinggal di tempat yang betul-betul hangat dan lembab. Jika ada bonus seperti danau atau sungai di sekitarnya maka sempurna sudah habitat mereka.

Hewan ini ukurannya 2 kali lebih kecil dari kerabatnya yaitu Trenggiling. Spesies ini cuma bisa tumbuh maksimal sepanjang 70 cm dan ekor mereka bahkan lebih pendek lagi, bobot mereka juga tak lebih dari 5 kg. Bulu-bulu aneh mereka membuat Tamandua terlihat seperti mainan dan pola-pola pada mantel mereka membuat mereka terlihat seperti sedang mengenakan rompi. Kuku-kuku tajam dari Tamandua seringkali mengganggu mereka untuk berjalan untuk itu mereka mau tidak mau berjalan secara menyamping dari keempat kaki mereka.

Jelas, kita takkan bisa kabur dari musuh yang berjalan seperti ini jadi, Tamandua cenderung memilih untuk bertahan dan menunggu. Namun jika diharuskan menyerang, mereka akan berdiri dengan kaki belakang merentangkan kedua kaki depan dan membela diri melalui cakar-cakarnya.

Bebek Mandarin

Jika Anda pernah menonton film ‘Fantastic Beasts’ Anda pasti ingat ada banyak makhluk-makhluk cantik dan unik di dalam film tersebut. Bebek Mandarin terlihat mirip dengan salah satu makhluk yang disimpan oleh Newt di dalam kopornya. Spesies ini relatif berukuran kecil. Bobot berkisar 0.4-0.7 kg dan orang-orang pasti menyebutnya unggas biasa jika bukan karena penampilannya. Penampilan bulu Bebek Mandarin pejantan membuatnya terlihat mencolok dibandingkan unggas-unggas lainnya untuk bulu-bulu mereka yang berwarna-warni. Selama hampir 1 tahun, mulai dari September sampai Juli unggas ini akan mempamerkan bulu-bulu terang mereka dan sungguh sulit dipercaya kalau hewan seperti ini itu ada.

Bebek Mandarin mungkin akan merasa cukup nyaman bila berada di dekat Niffler, Swooping Evils dan hewan sejenisnya. Ngomong-ngomong, bebek ini juga memiliki fitur pembeda lainnya. Ini adalah satu-satunya spesies bebek yang suka bertengger di pohon. Sarang-sarang mereka bisa banyak ditemukan pada ketinggian lebih dari 6 meter.

Merak

Jika Anda bertanya unggas apakah yang paling cantik maka orang-orang akan mengatakan Merak. Dengan ekor warna indah mereka yang membuatnya terlihat meriah. Setiap helai bulu mereka memiliki desain berbentuk pola seperti mata. Anda harus coba melihat mereka. Pada bagian kepala mereka pun juga. Merak memiliki jambul berbentuk mahkota. Namun, di antara semua Merak yang biasa kita lihat, sebenarnya ada jenis Merak lain yaitu Merak Putih.

Beberapa orang menganggap jenis mereka adalah jenis albino padahal sebenarnya, para ilmuwan sudah meneliti bahwa Merak Putih adalah spesies tersendiri yang ditemukan pertama di India pada awal abad ke-18. Albino itu berarti tidak ada pigmentasi pada bulu karena kegagalan genetik, sementara bulu dari Merak jenis ini memang murni terwarnai putih. Merak Putih biasanya memiliki mata berwarna biru yang mana hal itu cukup langka untuk unggas jenis ini.

Kepiting Candy

Saat pertama Anda melihatnya, mungkin Anda tidak percaya kalau ini adalah makhluk hidup, dan bukannya sekedar mainan kaca yang secara tak sengaja terjatuh di dasar lautan. Sementara itu, kepiting unik ini tinggal di bebatuan karang di Samudera Pasifik dan Hindia. Karena bentuknya yang sederhana itu, yaitu sekitar 2 cm. spesies ini harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup dan tidak dimangsa oleh predator alaminya.

Di sini, alam membantu spesies ini berkat kepiting mungil ini terlihat sangat mirip dengan bebatuan karang tempat habitat mereka. Kepiting Candy bisa saja berwarna merah, tapi mereka juga bisa mengubah warna tubuh mereka menjadi putih, kuning atau merah muda. Fitur ini cenderung menempatkan mereka berada di antara makhluk-makhluk yang punya penyamaran terbaik sekalipun. Diyakini bahwa spesies ini bukanlah kerabat dari spesies manapun. Dalam genusnya, hanya spesies ini yang ada sehingga membuat Kepiting Candy ini menjadi semakin unik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here