Tidak dapat dipungkiri lagi, sebagian besar masyarakat Bugis-Makassar di zaman MILENIAL saat ini hampir tidak mengenal budaya lokalnya sendiri. Kebanyakan masyarakat menganggap budaya hanyalah penghias sejarah di masa lampau. Padahal bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan dan budayanya.

HASBITUBEHD – Jika ditelusuri lebih jauh, Sulawesi Selatan khususnya suku bugis memiliki cukup banyak tradisi unik dan tergolong unik. Namun sayang tradisi-tradisi unik itu mulai tergusur oleh perkembangan jaman dan budaya yang kian hari makin modern, dirangkum dari berbagai sumber berikut lima tradisi atau kebiasaan tanah bugis yang hampir punah yang dimiliki oleh suku lain.

Sigajang Leleng Lipa

Sigajang Laleng Lipa bugis
Foto by: instagram.com/dannyduatujuh

Sigajang Laleng Lipa, merupakan tradisi yang dijalani kaum lelaki Bugis saat menyelesaikan masalah. Tradisi tersebut berupa pertarungan antar dua laki-laki, namun dilakukan di dalam sarung. Tradisi ini dilakukan pada masa kerajaan Bugis dahulu, dan ini merupakan upaya terakhir menyelesaikan suatu masalah adat yang tidak bisa diselesaikan.

Walaupun nyawa yang menjadi taruhannya, suku Bugis tetap memiliki cara-cara khusus untuk menyelesaikan permasalahan dengan bijak. Sebagaimana dalam pepatah Bugis Makassar yang kira-kira maknanya “ketika badik telah keluar dari sarungnya pantang diselip dipinggang sebelum terhujam ditubuh lawan”.

Makna filosofinya mengingatkan agar suatu masalah selalu dicari solusi terbaik tanpa badik. Hal ini biasanya dilakukan dengan musyawarah melibatkan dua belah pihak bermasalah serta dewan adat.

Tradisi Pindah Rumah

pindah rumah
Mapalette Bola, Tradisi Unik Pindah Rumah Khas Suku Bugis Sebagai Cerminan Gotong Royong, Foto by : indra abriyanto

Biasanya saat orang akan pindah rumah mereka akan disibukkan dengan mengemasi barang untuk memindahkannya ke rumah yang baru dari rumah lama. Kegiatan tersebut tidak terjadi pada masyarakat suku Bugis. Ya, mereka memiliki tradisi sendiri dalam pindahan rumah dengan benar-benar memindahkan rumah yang sebenarnya tanpa membongkar. Tradisi ini disebut Mappalette Bola. Tradisi ini melibatkan puluhan bahkan ratusan warga kampung untuk membantu memindahkan rumah ke lokasi yang baru.

Massallo kawali

Massallo kawali
Massallo kawali

Atraksi budaya dari tanah Bugis yang berasal dari kabupaten Bone yakni MASSALLO KAWALI atau bermain asing-asing/gobak sodor menggunakan kawali/badik. Badik yang digunakan oleh para pemain adalah badik asli bukan imitasi. Sebelum melaksanakan atraksi ini dilakukan ritual-ritual khusus untuk menghindarkan peserta & penonton dari hal-hal yang tidak diinginkan. Atraksi MASSALLO KAWALI ini juga menyimbolkan semangat para pemuda Bugis untuk melindungi atau mempertahankan harga diri & tanah kelahiran dari rongrongan musuh atau penjajah.

Tarian Maggiri Atau Mabbisu

Tarian Maggiri Atau Mabbisu
Tarian Maggiri Atau Mabbisu

Tari maggiri merupakan tarian yang dipertunjukkan oleh seorang atau beberapa orang bissu. Bissu adalah seorang wanita pria (waria) dalam kepercayaan Bugis yang dipercayakan menjadi penghubung antara dewa di langit dengan manusia biasa. Tari Maggiri ini, diperkirakan telah ada sejak zaman pemerintahan Raja Bone ke 1, yang bergelar To Manurung Ri Matajang yang memerintah sekitar tahun 1326-1358, dan menjadi salah satu tarian yang berkembang di dalam istana kerajaan Bone.

Angngaru

Angngaru
Angngaru, kesetiaan rakyat

Pada catatan sejarah, Angngaru’ sesungguhnya merupakan ikrar kesetiaan rakyat atau prajurit kepada raja yang bersifat pemimpin. Raja yang bersifat pengayom disenangi rakyatnya. Saat genderan perang ditabuh oleh sang Raja, maka rakyat serta merta menyodorkan diri, rela mengobarkan jiwa raganya untuk tunaikan titah sang Raja.

Nah itulah 5 budaya asli suku Bugis yang seharusnya tetap dijaga dan dilestarikan di zaman kekinian karena budaya-budaya tersebut merupakan identitas dan jati diri masyarakat Sulawesi Selatan serta warisan nenek moyang kita yang tak ternilai. Mari jaga dan lestarikan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here